Skip to content

Kunjungan (RME Dokter)

Sub modul Kunjungan adalah sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang digunakan oleh dokter untuk mengelola pemeriksaan pasien rawat jalan. Modul ini mencakup pencatatan SOAP, diagnosa, tindakan, permintaan penunjang, hingga pembuatan surat medis.

Overview

RME Dokter adalah pusat pencatatan pelayanan medis yang mengintegrasikan seluruh proses pemeriksaan pasien dalam satu platform terpadu.

Fitur Utama

  • 📋 Daftar Kunjungan - Monitor antrian pasien real-time
  • 👤 Data Pasien - Identitas lengkap dan riwayat kunjungan
  • 🩺 Pemeriksaan - SOAP, tanda vital, diagnosa, prosedur, tindakan
  • 💊 Penunjang - Resep, laboratorium, berkas digital
  • 📄 Report - Surat sakit, rujukan, bukti berobat

Penggunaan Data

Data RME digunakan oleh:

ModulPenggunaan
KasirBilling berdasarkan tindakan dan resep
ApotekPenerimaan resep untuk dispensing
LaboratoriumPermintaan pemeriksaan lab
Satu SehatSinkronisasi encounter dan observation
BPJSKlaim dan pelaporan BPJS

Pentingnya Dokumentasi RME

Rekam Medis Elektronik adalah dokumen legal yang harus diisi lengkap dan akurat. Data yang tercatat menjadi dasar pelayanan medis, aspek legal, dan klaim asuransi/BPJS.

Akses Menu Kunjungan

  1. Login dengan akun Dokter atau Perawat
  2. Klik menu Rawat Jalan di sidebar
  3. Pilih submenu Kunjungan

Halaman Kunjungan

Daftar Kunjungan

Daftar Kunjungan

Halaman daftar kunjungan menampilkan semua kunjungan pasien yang perlu ditangani oleh dokter pada hari ini.

Informasi yang Ditampilkan

KolomInformasi
AntrianNomor urut antrian pasien
PasienNama lengkap dan nomor rekam medis
DokterNama dokter yang menangani
Unit LayananPoli/unit tempat pelayanan
PembayaranJenis pembayaran (BPJS/Umum/Asuransi)
StatusStatus pemeriksaan pasien
AksiTombol untuk membuka RME

Filter Status Kunjungan

Gunakan filter untuk mempercepat pencarian pasien:

FilterKeterangan
📅 BookingPasien yang sudah booking
BelumPasien yang belum diperiksa
🔍 AsesmenPasien dalam proses asesmen
👁️ ProsesPasien dalam proses pemeriksaan
SelesaiPasien yang sudah selesai

Efisiensi Pelayanan

Gunakan filter status untuk memprioritaskan pasien. Mulai dengan status "Belum" untuk pasien yang menunggu, kemudian lanjutkan dengan "Proses" untuk follow-up.

Tampilan RME Dokter

Setelah memilih pasien dari daftar kunjungan, dokter akan masuk ke halaman RME yang terdiri dari 4 tab utama:

  1. 📋 Register - Informasi identitas dan registrasi pasien
  2. 🩺 Pemeriksaan - Pencatatan hasil pemeriksaan medis
  3. 💊 Penunjang - Permintaan penunjang medis dan resep
  4. 📄 Report - Pembuatan laporan dan surat medis

1. Tab Register

Tab Register

Tab Register menampilkan informasi lengkap identitas pasien dan data registrasi kunjungan.

Data Identitas Pasien

Informasi yang ditampilkan:

  • 🆔 Nomor Rekam Medis - No. RM unik pasien
  • 👤 Nama Lengkap - Nama sesuai identitas
  • 📅 Tanggal Lahir / Umur - Untuk perhitungan dosis
  • ⚧️ Jenis Kelamin - Laki-laki/Perempuan
  • 🏠 Alamat - Alamat lengkap domisili
  • 📱 Nomor Telepon - Kontak pasien
  • 🪪 NIK - Nomor Induk Kependudukan
  • 💳 Nomor BPJS - Jika pasien BPJS

Info Registrasi

  • 📋 Nomor Registrasi - No. registrasi kunjungan
  • 📅 Tanggal Registrasi - Tanggal dan jam daftar
  • 🏥 Unit/Poli Tujuan - Poli yang dikunjungi
  • 👨‍⚕️ Dokter Pemeriksa - Dokter yang menangani
  • 💰 Jenis Pembayaran - BPJS/Umum/Asuransi
  • 💵 Status Bayar - Lunas/Belum Bayar

Info Asal Rujukan

Modul Info Asal Rujukan

Mencatat informasi rujukan jika pasien dirujuk dari faskes lain.

Field yang perlu diisi:

FieldTypeWajibKeterangan
Tipe RujukanDropdownInternal/Eksternal/Rujukan Balik
Faskes RujukanAutocompleteFasilitas kesehatan perujuk
Nomor RujukanTextNomor surat rujukan
Tanggal RujukanDateTanggal surat rujukan
Diagnosa RujukanAutocompleteDiagnosa dari faskes perujuk
KeteranganTextareaCatatan tambahan

Langkah-langkah Mengisi Info Asal Rujukan

  1. Klik tombol "Tambah" pada modul Info Asal Rujukan

  2. Pilih Tipe Rujukan dari dropdown:

    Dropdown Tipe Rujukan

    • Internal: Rujukan dari poli lain dalam rumah sakit yang sama
    • Eksternal: Rujukan dari faskes di luar rumah sakit
    • Rujukan Balik: Pasien kembali dari rujukan
  3. Pilih Faskes Rujukan menggunakan autocomplete:

    Referensi Faskes Rujukan

    • Ketik nama faskes pada field pencarian
    • Pilih faskes dari daftar yang muncul
    • Jika faskes tidak ada, klik "+ Tambah Data Faskes"

    Tambah Data Faskes

  4. Isi Nomor Rujukan sesuai dengan surat rujukan

  5. Pilih Tanggal Rujukan dari date picker

  6. Pilih Diagnosa Rujukan dari daftar ICD-10:

    Referensi Diagnosa

    • Ketik nama diagnosa atau kode ICD-10
    • Pilih diagnosa yang sesuai
  7. Isi Keterangan (opsional) jika ada informasi tambahan

  8. Klik "Simpan" untuk menyimpan data rujukan

    Form Input Rujukan Lengkap

Status Pemeriksaan

Status Pemeriksaan

Tombol untuk mengubah status pemeriksaan:

StatusBadgeKeterangan
Belum🔴Pasien belum diperiksa
Terima🟡Pasien sedang dalam pemeriksaan
Selesai🟢Pemeriksaan sudah selesai

Update Status

Selalu update status pemeriksaan agar sistem antrian berjalan baik.

2. Tab Pemeriksaan

Tab Pemeriksaan

Tab Pemeriksaan adalah inti dari RME dokter, berisi modul untuk mencatat hasil pemeriksaan pasien.

Tanda Vital

Form Tanda Vital

Parameter yang dicatat:

ParameterSatuanNormal Range
Tekanan DarahmmHg120/80
Nadibpm60-100
Suhu°C36.5-37.5
Pernapasan/menit12-20
Tinggi Badancm-
Berat Badankg-
Saturasi O2%95-100
IMTkg/m²18.5-24.9 (auto)

Langkah-langkah Mengisi Tanda Vital

  1. Buka Tab Pemeriksaan dan scroll ke modul Tanda Vital
  2. Ukur Tekanan Darah pasien:
    • Masukkan nilai sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah)
    • Contoh: 120/80 mmHg
  3. Hitung Nadi selama 1 menit:
    • Masukkan nilai dalam bpm (beats per minute)
    • Normal: 60-100 bpm
  4. Ukur Suhu Tubuh:
    • Masukkan suhu dalam Celcius
    • Normal: 36.5-37.5°C
  5. Hitung Pernapasan per menit:
    • Masukkan nilai frekuensi napas
    • Normal: 12-20 kali/menit
  6. Ukur Tinggi Badan (dalam cm):
    • Penting untuk perhitungan dosis pada anak
    • Dipakai untuk menghitung IMT
  7. Timbang Berat Badan (dalam kg):
    • Penting untuk perhitungan dosis obat
    • Dipakai untuk menghitung IMT
  8. Ukur Saturasi O2:
    • Gunakan oximeter
    • Normal: 95-100%
  9. IMT akan terhitung otomatis setelah tinggi dan berat badan diisi
  10. Klik "Simpan" untuk menyimpan data tanda vital

Tips Pengukuran

  • Untuk pasien dewasa, ukur TD dalam posisi duduk setelah istirahat 5 menit
  • Untuk anak, gunakan grafik pertumbuhan sesuai umur
  • Catat abnormal values dengan catatan tambahan

Riwayat Alergi

Form Riwayat Alergi

FieldTypeWajibKeterangan
Jenis AlergiDropdownObat/Makanan/Udara/Lainnya
Nama AlergenTextNama zat penyebab alergi
ReaksiTextReaksi yang timbul
Tingkat KeparahanDropdownRingan/Sedang/Berat

Langkah-langkah Mencatat Riwayat Alergi

  1. Klik "Tambah Alergi" pada modul Riwayat Alergi

  2. Pilih Jenis Alergi dari dropdown:

    • Obat: Alergi terhadap obat-obatan
    • Makanan: Alergi terhadap makanan
    • Udara/Lingkungan: Alergi debu, serbuk sari, dll
    • Lainnya: Alergi jenis lain
  3. Isi Nama Alergen:

    • Sebutkan nama obat/makanan/zat yang menyebabkan alergi
    • Gunakan nama generik untuk obat (misal: "Amoxicillin")
  4. Jelaskan Reaksi yang muncul:

    • Contoh: "Gatal-gatal", "Sesak napas", "Bengkak"
    • Cantumkan reaksi serius jika ada: "Anafilaksis"
  5. Pilih Tingkat Keparahan:

    • Ringan: Reaksi lokal tanpa gangguan sistemik
    • Sedang: Reaksi sistemik ringan
    • Berat: Reaksi mengancam jiwa (anafilaksis)
  6. Klik "Simpan" untuk menyimpan data alergi

    List Riwayat Alergi

Pentingnya Data Alergi

Sistem akan memberikan warning jika meresepkan obat yang berpotensi menyebabkan alergi.

Catatan Perawatan (SOAP)

Form SOAP

KomponenKeteranganContoh
S (Subjective)Keluhan pasien"Demam sejak 3 hari"
O (Objective)Hasil pemeriksaan objektif"TD: 120/80, S: 38.5°C"
A (Assessment)Penilaian/diagnosa"ISPA"
P (Planning)Rencana tindakan"Antibiotik, kontrol 3 hari"

Langkah-langkah Mengisi Catatan Perawatan (SOAP)

  1. Buka Form SOAP di modul Catatan Perawatan

  2. Isi Subjective (S) - Keluhan Pasien:

    • Catat keluhan utama pasien dengan kata-kata pasien sendiri
    • Cantumkan lamanya keluhan
    • Contoh: "Pasien mengeluh demam sejak 3 hari yang lalu, disertai batuk dan pilek"
  3. Isi Objective (O) - Hasil Pemeriksaan Objektif:

    • Cantumkan hasil pemeriksaan fisik
    • Masukkan data tanda vital yang sudah diukur
    • Contoh: "TD: 120/80 mmHg, N: 88 bpm, S: 38.5°C, RR: 20/menit. Auskultasi: ronkhi basah di paru kanan"
  4. Isi Assessment (A) - Penilaian/Diagnosa:

    • Berikan kesimpulan medis sementara
    • Hubungkan antara S dan O
    • Contoh: "Pasien dengan ISPA kemungkinan bakterial"
  5. Isi Planning (P) - Rencana Tindakan:

    • Rencana terapi dan tindakan
    • Rencana edukasi dan follow-up
    • Contoh: 1) Antibiotik: Amoxicillin 500mg 3x1 sehari 2) Antipiretik: Paracetamol 500mg bila perlu 3) Edukasi: Istirahat cukup, minum banyak air 4) Kontrol 3 hari jika tidak membaik
  6. Klik "Simpan" untuk menyimpan catatan SOAP

    Riwayat Catatan Perawatan

Tips SOAP

  • Gunakan bahasa medis yang jelas dan ringkas
  • Cantumkan waktu pemeriksaan jika dilakukan berulang
  • SOAP dapat di-update berulang kali selama kunjungan

Diagnosa

List Diagnosa

Pencarian diagnosa berdasarkan kode ICD-10.

KolomKeterangan
Kode ICD-10Kode diagnosa standar WHO
Nama DiagnosaDeskripsi lengkap diagnosa
JenisDiagnosa Primer/Sekunder
StatusSuspect/Confirmed

Langkah-langkah Menambahkan Diagnosa

  1. Klik "Tambah Diagnosa" pada modul Diagnosa

  2. Cari Diagnosa menggunakan fitur pencarian ICD-10:

    Referensi ICD-10

    • Ketik nama diagnosa atau kode ICD-10
    • Contoh pencarian: "demam" atau "A05"
    • Pilih diagnosa dari daftar yang muncul
  3. Tentukan Jenis Diagnosa:

    • Diagnosa Primer: Diagnosa utama yang menjadi alasan kunjungan
    • Diagnosa Sekunder: Diagnosa tambahan/komplikasi
    • Satu kunjungan dapat memiliki 1 diagnosa primer dan beberapa diagnosa sekunder
  4. Tentukan Status Diagnosa:

    • Suspect: Diagnosa dugaan, belum dikonfirmasi
    • Confirmed: Diagnosa sudah dikonfirmasi
  5. Klik "Simpan" untuk menambahkan diagnosa ke list

    List Diagnosa

Tips Diagnosa

  • Gunakan diagnosa primer untuk kondisi yang paling signifikan
  • Cantumkan komplikasi sebagai diagnosa sekunder
  • Untuk BPJS, pastikan diagnosa sesuai dengan tindakan yang dilakukan

Tindakan & Prosedur

List Tindakan

  • Tindakan: Untuk billing (ada tarifnya)
  • Prosedur: Untuk dokumentasi medis (kode ICD-9)

Langkah-langkah Menambahkan Tindakan

  1. Klik "Tambah Tindakan" pada modul Tindakan

  2. Cari Tindakan menggunakan fitur pencarian:

    Referensi Tindakan

    • Ketik nama tindakan
    • Contoh: "konsultasi"
    • Pilih tindakan dari daftar yang muncul
  3. Sistem akan menampilkan tarif tindakan tersebut

  4. Klik "Simpan" untuk menambahkan tindakan ke list

  5. Tindakan akan masuk ke billing pasien

Langkah-langkah Menambahkan Prosedur

  1. Klik "Tambah Prosedur" pada modul Prosedur

  2. Cari Prosedur menggunakan kode ICD-9-CM:

    List Prosedur

    Referensi ICD-9

    • Ketik nama prosedur atau kode ICD-9-CM
    • Contoh: "appendectomy" atau "47.0"
    • Pilih prosedur dari daftar yang muncul
  3. Klik "Simpan" untuk menambahkan prosedur ke list

  4. Prosedur akan tercatat untuk dokumentasi medis dan klaim

Tindakan vs Prosedur

  • Gunakan Tindakan untuk semua tindakan yang memiliki tarif
  • Gunakan Prosedur untuk dokumentasi medis sesuai standar ICD-9-CM
  • Satu tindakan medis dapat memiliki keduanya

Prognosa

Form Pilihan Prognosa

PrognosaKeterangan
BaikKemungkinan sembuh tinggi
🟡 Dubia ad BonamMeragukan cenderung baik
🟠 Dubia ad MalamMeragukan cenderung buruk
BurukKemungkinan sembuh rendah

3. Tab Penunjang

Tab Penunjang

Tab Penunjang berisi modul untuk permintaan penunjang medis dan resep.

Resep Unit

Pemberian obat langsung dari stok poli (emergency/injeksi).

FieldTypeWajibKeterangan
ObatAutocompletePilih dari stok obat di unit
JumlahNumberJumlah yang diberikan
Aturan PakaiTextInstruksi penggunaan

Langkah-langkah Membuat Resep Unit

  1. Klik "Tambah Resep Unit" pada modul Resep Unit

  2. Pilih Obat dari stok yang tersedia di unit:

    Referensi Stok Obat di Unit

    • Ketik nama obat atau kode obat
    • Sistem akan menampilkan stok yang tersedia
    • Pilih obat yang akan diberikan
  3. Masukkan Jumlah obat yang akan diberikan:

    • Pastikan jumlah tidak melebihi stok yang tersedia
    • Contoh: 5 tablet, 1 ampul
  4. Isi Aturan Pakai:

    • Jelaskan cara penggunaan obat
    • Contoh: "Diberikan 1 tablet sekarang", "Injeksi IM 1 ampul"
  5. Klik "Simpan" untuk menyimpan resep unit

    List Resep Unit

  6. Obat akan diberikan langsung dari stok poli dan dicatat dalam billing

    Form Pemberian Obat

Kapan Menggunakan Resep Unit

  • Untuk obat emergency yang harus diberikan segera
  • Untuk injeksi yang diberikan di poli
  • Untuk obat sampel dari perusahaan

Resep (E-Resep)

Membuat resep obat yang diambil di apotek.

Form E-Resep

FieldTypeWajibKeterangan
Nama ObatAutocompletePilih dari daftar obat
JumlahNumberJumlah yang diresepkan
Aturan PakaiTextMisal: 3x1 sehari
Waktu KonsumsiDropdownSebelum/Sesudah makan

Langkah-langkah Membuat E-Resep

  1. Klik "Buat Resep Baru" pada modul Resep

    Form E-Resep Kosong

  2. Pilih Obat dari daftar obat:

    • Ketik nama obat generik/brand atau kode obat
    • Sistem akan menampilkan harga dan stok
    • Pilih obat yang akan diresepkan
  3. Masukkan Jumlah obat:

    • Sesuai dengan kebutuhan pasien
    • Pertimbangkan lama terapi
    • Contoh: 30 tablet (untuk 10 hari, 3x sehari)
  4. Isi Aturan Pakai:

    • Gunakan format standar
    • Contoh: "3x1 sehari" (3 kali sehari, 1 tablet)
    • Contoh: "2x1/2 tablet" (2 kali sehari, setengah tablet)
  5. Pilih Waktu Konsumsi:

    • Sebelum Makan: Obat sebaiknya diminum sebelum makan
    • Sesudah Makan: Obat sebaiknya diminum sesudah makan
    • Bersama Makan: Obat diminum bersamaan dengan makan
  6. Klik "Tambah" untuk memasukkan obat ke list resep

  7. Ulangi langkah 2-6 untuk menambah obat lain jika diperlukan

    List Resep

  8. Klik "Submit Resep" untuk mengirim resep ke apotek

    Detail Resep

  9. Pasien dapat mengambil obat di apotek dengan menunjukkan nomor resep

    List Detail Resep

Cek Kontraindikasi

  • Selalu cek riwayat alergi pasien sebelum meresepkan
  • Perhatikan kontraindikasi dan interaksi obat
  • Sistem akan memberikan warning jika ada potensi alergi

Resep Racikan

Membuat resep obat racikan (kombinasi obat).

Form E-Resep Racikan

FieldTypeWajibKeterangan
Nama RacikanTextNama untuk racikan
JumlahNumberJumlah racikan
Bahan ObatMultipleDaftar bahan dan dosis
Aturan PakaiTextInstruksi penggunaan

Langkah-langkah Membuat Resep Racikan

  1. Klik "Buat Racikan Baru" pada modul Resep Racikan

    Form E-Resep Racikan Kosong

  2. Isi Nama Racikan:

    • Beri nama yang deskriptif untuk racikan
    • Contoh: "Salep Kulit", "Sirup Batuk", "Kompres"
  3. Tentukan Jumlah Racikan:

    • Berapa kali racikan akan dibagi
    • Contoh: 3 (untuk 3 hari pemakaian)
  4. Tambahkan Bahan Obat:

    • Klik "Tambah Bahan"

    • Pilih obat dari daftar:

      Referensi Bahan Obat

    • Ketik nama obat dan pilih dari daftar

    • Masukkan dosis per racikan

    • Contoh: Paracetamol 500mg, Amoxicillin 250mg

  5. Ulangi langkah 4 untuk semua bahan yang diperlukan

  6. Isi Aturan Pakai:

    • Jelaskan cara pemakaian racikan
    • Contoh: "Oleskan 2x sehari", "Minum 3x sehari 1 sendok"
  7. Klik "Simpan" untuk menyimpan resep racikan

Tips Racikan

  • Racikan cocok untuk kombinasi obat yang sering digunakan bersama
  • Pastikan dosis setiap bahan aman untuk pasien
  • Jelaskan dengan jelas cara pemakaian ke pasien

Permintaan Laboratorium

Form Permintaan Lab

FieldTypeWajibKeterangan
Jenis PemeriksaanMultiplePilih pemeriksaan
SpesimenDropdownDarah/Urin/Feses
Catatan KlinisTextareaInfo klinis
PrioritasDropdownNormal/Urgent/CITO

Prioritas Pemeriksaan:

  • Normal: Hasil dalam 24 jam
  • Urgent: Hasil dalam 4-6 jam
  • CITO: Hasil segera (< 1 jam)

Langkah-langkah Membuat Permintaan Laboratorium

  1. Klik "Tambah Permintaan Lab" pada modul Permintaan Laboratorium

  2. Pilih Jenis Pemeriksaan:

    Referensi Pemeriksaan Lab

    • Ketik nama pemeriksaan atau kode lab
    • Contoh: "Hemoglobin", "Lengkap", "Gula Darah"
    • Pilih pemeriksaan dari daftar yang muncul
    • Dapat memilih multiple pemeriksaan sekaligus
  3. Pilih Jenis Spesimen:

    • Darah: Untuk pemeriksaan hematology, kimia klinik, dll
    • Urin: Untuk urinalisis, kultur urine, dll
    • Feses: Untuk pemeriksaan tinja
    • Lainnya: Spesimen lain sesuai kebutuhan
  4. Isi Catatan Klinis:

    • Jelaskan indikasi pemeriksaan
    • Contoh: "Demam 5 hari, dicurigai demam tifoid"
    • Contoh: "Evaluasi terapi diabetes"
  5. Pilih Prioritas Pemeriksaan:

    • Normal: Untuk pemeriksaan rutin
    • Urgent: Untuk pasien yang memerlukan hasil cepat
    • CITO: Untuk emergency, hasil harus segera
  6. Klik "Simpan" untuk mengirim permintaan ke lab

    List Permintaan Lab

  7. Pasien dapat ke lab untuk pengambilan spesimen

  8. Hasil pemeriksaan akan muncul di modul Hasil Pemeriksaan Lab:

    Modul Hasil Pemeriksaan Lab

Tips Permintaan Lab

  • Pilih pemeriksaan yang benar-benar diperlukan untuk efisiensi biaya
  • Cantumkan catatan klinis yang jelas untuk membantu analis lab
  • Gunakan prioritas CITO hanya untuk kasus emergency

Berkas Digital

Upload berkas digital pasien (rontgen, scan dokumen, dll).

Format yang didukung:

  • 📄 PDF - Dokumen
  • 🖼️ JPG/PNG - Gambar
  • 📊 DICOM - Hasil radiologi

Langkah-langkah Upload Berkas Digital

  1. Klik "Tambah Berkas" pada modul Berkas Digital

    Modul Berkas Digital

  2. Klik tombol "Choose File" atau drag & drop file

    Contoh Explorer

  3. Pilih file dari komputer:

    • Buka file explorer
    • Pilih file yang akan diupload
    • Klik "Open"
  4. Isi Keterangan Berkas (opsional):

    • Jelaskan isi berkas
    • Contoh: "Rontgen thorax PA", "Hasil Lab RS Sebelah"
  5. Klik "Upload" untuk mengunggah berkas

  6. Berkas akan muncul di daftar berkas digital:

    Daftar Berkas

  7. Berkas dapat dilihat kapan saja di kunjungan selanjutnya

Tips Upload Berkas

  • Kompres file PDF besar sebelum upload agar lebih cepat
  • Beri nama file yang deskriptif untuk memudahkan pencarian
  • Pastikan file tidak mengandung data sensitif pasien lain
  • Gunakan format standar (PDF, JPG) untuk kompatibilitas terbaik

4. Tab Report

Tab Report

Tab Report berisi modul untuk membuat laporan dan surat medis.

Bukti Berobat

Cetak bukti berobat untuk klaim asuransi/reimbursement.

Informasi yang tercetak:

  • Data pasien lengkap
  • Tanggal kunjungan
  • Diagnosa dan tindakan
  • Rincian biaya

Langkah-langkah Mencetak Bukti Berobat

  1. Buka Tab Report dan scroll ke modul Bukti Berobat

  2. Klik "Cetak Bukti Berobat"

  3. Sistem akan menampilkan preview bukti berobat

  4. Review informasi yang akan dicetak:

    • Pastikan diagnosa sudah benar
    • Cek tindakan yang sudah dilakukan
    • Verifikasi rincian biaya
  5. Klik "Cetak" untuk mencetak:

    • Pilih printer (jika ada)
    • Atur jumlah copy
    • Klik "OK" untuk memproses
  6. Bukti berobat siap digunakan untuk klaim

Tips Bukti Berobat

  • Pastikan semua tindakan sudah tercatat sebelum mencetak
  • Bukti berobat juga dapat didownload sebagai PDF
  • Simpan copy digital untuk backup

Surat Sakit

Form Cuti Sakit

FieldKeterangan
Data PasienNama
DiagnosaDiagnosa medis
Lama IstirahatDari - sampai tanggal
KeteranganCatatan tambahan

Langkah-langkah Membuat Surat Sakit

  1. Klik "Buat Surat Sakit" pada modul Surat Sakit

  2. Nama Pasien akan terisi otomatis

  3. Pilih Diagnosa yang menjadi alasan cuti:

    • Pilih dari diagnosa yang sudah dibuat
    • Pastikan diagnosa mendukung kebutuhan istirahat
  4. Tentukan Lama Istirahat:

    • Pilih tanggal mulai istirahat
    • Pilih tanggal selesai istirahat
    • Sistem akan menghitung total hari istirahat
    • Pastikan lama istirahat sesuai kondisi medis
  5. Klik "Simpan & Cetak" untuk membuat dan mencetak surat

  6. Surat akan siap dicetak dengan:

    • Kop surat rumah sakit
    • Data pasien lengkap
    • Diagnosa medis
    • Lama istirahat
    • Tanda tangan dokter

Surat Keterangan Sakit

Surat keterangan sakit adalah dokumen legal. Pastikan diagnosa dan lama istirahat sesuai kondisi medis.

Rujuk Keluar

Form Rujukan Keluar

Membuat surat rujukan ke faskes lain.

Indikasi Rujukan:

  • 🏥 Keterbatasan fasilitas
  • 👨‍⚕️ Perlu konsultasi spesialis
  • 🔬 Pemeriksaan penunjang tidak tersedia
  • 💊 Terapi khusus tidak tersedia

Langkah-langkah Membuat Surat Rujukan Keluar

  1. Klik "Buat Rujukan Keluar" pada modul Rujuk Keluar

  2. Data Pasien akan terisi otomatis

  3. Pilih Faskes Tujuan:

    • Ketik nama faskes/rumah sakit tujuan
    • Pilih dari daftar faskes yang muncul
    • Pastikan faskes tujuan sesuai dengan kebutuhan medis
  4. Pilih Diagnosa yang menjadi alasan rujukan:

    • Pilih dari diagnosa yang sudah dibuat
    • Diagnosa primer biasanya menjadi alasan utama rujukan
  5. Isi Keterangan Rujukan:

    • Jelaskan alasan rujukan
    • Sebutkan tindakan yang sudah dilakukan
    • Cantumkan yang diharapkan dari faskes tujuan
    • Contoh: "Pasien dengan fracture tibia fibula, memerlukan operasi ORIF"
  6. Klik "Simpan & Cetak" untuk membuat dan mencetak surat rujukan

  7. Surat rujukan akan berisi:

    • Data pasien lengkap
    • Faskes asal dan tujuan
    • Diagnosa dan alasan rujukan
    • Rangkuman pemeriksaan dan tindakan
    • Tanda tangan dokter

Tips Rujukan

  • Diskusikan dengan pasien mengenai faskes tujuan
  • Pastikan kontak faskes tujuan tersedia
  • Berikan copy surat rujukan kepada pasien

Rujuk Keluar PCare

Form PCare Rujukan Keluar

Rujukan terintegrasi dengan sistem PCare BPJS.

Integrasi PCare

Data rujukan dikirim langsung ke PCare BPJS real-time. Pastikan koneksi stabil.

Langkah-langkah Membuat Rujukan Keluar PCare

  1. Klik "Buat Rujukan PCare" pada modul Rujuk Keluar PCare
  2. Pilih Jenis Rujukan - Pilih jenis rujukan
  3. Pilih Estimasi Tanggal Rujuk - Pilih estimasi tanggal rujukan
  4. Pilih Spesialis - Pilih spesialis yang dituju
  5. Pilih Sub Spesialis - Pilih subspesialis yang dituju
  6. Pilih Sarana - Pilih sarana yang digunakan
  7. Pilih Faskes Tujuan pada tabel list faskes
  8. Klik "Submit" untuk membuat rujukan

Tips Rujukan PCare

  • Pastikan data BPJS pasien valid dan aktif
  • Cek koneksi internet sebelum mengirim rujukan
  • Simpan nomor rujukan untuk tracking di aplikasi JKN/PCare
  • Rujukan PCare biasanya berlaku untuk sekali kunjungan

Alur Kerja RME

mermaid
graph TD
A["Pilih Pasien"] --> B["Ubah Status: Terima"]
B --> C["Tab Register"]
C --> D["Tab Pemeriksaan"]
D --> E["Tab Penunjang"]
E --> F["Tab Report"]
F --> G["Ubah Status: Selesai"]

Langkah-langkah

  1. Pilih Pasien dari daftar kunjungan
  2. Ubah Status: Terima untuk mulai pemeriksaan
  3. Tab Register - Verifikasi data pasien
  4. Tab Pemeriksaan - Catat SOAP, vital signs, diagnosa
  5. Tab Penunjang - Buat resep, order lab
  6. Tab Report - Cetak surat jika perlu
  7. Ubah Status: Selesai - Pasien ke kasir

Best Practices

DO's:

  • Catat semua keluhan pasien lengkap
  • Gunakan terminologi medis standar
  • Cek riwayat alergi sebelum meresepkan
  • Update status pemeriksaan real-time
  • Dokumentasikan semua tindakan

DON'Ts:

  • Menggunakan singkatan tidak standar
  • Meninggalkan field penting kosong
  • Meresepkan obat tanpa cek alergi
  • Lupa update status pemeriksaan
  • Mengubah data setelah selesai tanpa alasan

Troubleshooting

Data pasien tidak muncul di daftar kunjungan

Penyebab:

  • Pasien belum didaftaran
  • Filter tanggal/unit tidak sesuai
  • Cache browser belum refresh

Solusi:

  1. Cek apakah pasien sudah didaftarkan
  2. Pastikan filter tanggal pada hari ini
  3. Refresh halaman (F5)
  4. Clear browser cache jika masih tidak muncul
Tidak bisa menyimpan data pemeriksaan

Penyebab:

  • Field wajib belum terisi
  • Koneksi internet / jaringan terputus
  • Session timeout

Solusi:

  1. Pastikan semua field wajib (*) sudah terisi
  2. Check koneksi internet / jaringan
  3. Login ulang jika session timeout
  4. Baca error message dengan teliti
Diagnosa ICD-10 tidak ditemukan

Penyebab:

  • Kata kunci pencarian tidak tepat
  • Diagnosa belum ada di master data
  • Refresh Referensi Diagnosa belum dilakukan

Solusi:

  1. Gunakan kata kunci yang lebih umum
  2. Coba cari dengan kode ICD-10
  3. Hubungi admin untuk menambah diagnosa baru
Resep tidak muncul di apotek

Penyebab:

  • Resep belum di-submit
  • Status pemeriksaan belum "Selesai"

Solusi:

  1. Pastikan sudah klik Submit pada resep
  2. Verify status pemeriksaan sudah "Selesai"
  3. Koordinasi dengan petugas apotek

FAQ

Q: Apakah data RME dapat diubah setelah status "Selesai"?

A: Ya, dengan catatan perubahan tercatat dalam audit trail. Untuk perubahan signifikan, perlu approval supervisor.


Q: Apakah wajib mengisi semua field di RME?

A: Field bertanda bintang (*) wajib diisi. Field lain opsional namun disarankan diisi lengkap.


Q: Bagaimana jika lupa mengubah status pemeriksaan?

A: Status dapat diubah kapan saja selama hari yang sama. Sebaiknya update status secara real-time.


Q: Apakah data RME tersinkronisasi dengan Satu Sehat?

A: Ya, data encounter, observation, dan medication otomatis tersinkronisasi dengan Satu Sehat.